Mengenal Habitat Semut Rangrang Dan Sifat Semut Rangrang

habitat semut rangrangArtikel berikut Mengenal Habitat Semut Rangrang Dan Sifat Semut Rangrang, Semut rangrang adalah jenis semut yang saat ini banyak dibudidayakan oleh para peternak. Semut rangrang dibudidayakan untuk diambil kroto atau larva semut untuk digunakan sebagai pakan burung.
Kroto dianggap sebagai pakan berkualitas untuk burung peliharaan maka dari itu tidak heran permintaan kroto saat ini cukup tinggi. Semut rangrang penghasil kroto adalah jenis Oecophylla smaragdina. Semut ini atau juga disebut semut merah biasa membuat sarang cabang serta ranting-ranting pohon yang rimbun.
Dahulu sebelum mengenal budidaya kroto, kroto didapatkan dengan mencarinya di alam bebas. Kebun, hutan adalah tempat favorit untuk berburu kroto. Namun seiring naiknya permintaan pasar terhadap kroto maka cara berburu sudah tidak dapat diandalkan karena semakin lama ketersediaan kroto dialam liar juga sudah menipis.
Maka dari itu saat ini kroto lebih banyak dibudidayakan oleh para peternak untuk mencukupi kebutuhan pasar yang cukup tinggi. Cara membudidayakan kroto yaitu  dengan cara membudidayakan koloni semut rangrang diberbagai media seperti toples dan sebagainya.

Habitat Semut Rangrang

Di alam liar semut rangrang termasuk hewan yang hidup dalam koloni besar. Satu koloni dapat mencapai jutaan ekor semut rang-rang. Setiap koloni tersebut terdapat beberapa sarang yang dihuni sekitar 5.000 ekor.
Semut rangrang membangun sarangnya dari dedaunan kering dan ranting yang dianyam. Semut rangrang adalah hewan yang bergotong royong dalam segala hal maka dari itu dalam pembuatan sebuah sarang semut rangrang tidak membutuhkan waktu yang lama.
Semut rangrang juga banyak dimanfaatkan sebagai pengendali hama di berbagai perkebunan. Salah satu perkebunan yang menggunakan jasa semut rangrang adalah perkebunan buah. pada perkebunan buah, semut rangrang dipelihara dan dibudidayakkan untuk mengendalikan hama yang menyerang tanaman.

Makanan Semut Rangrang

Semut rangrang adalah jenis tanaman yang mengkonsumsi gula dan protein. Gula dialam liar banyak didapat dari nektar dan juga dengan bersimbiosis dengan kutu daun penghasil embun madu. Sementara kebutuhan protein di dapatkan dengan cara berburu hewan sejenis serangga. Selain itu semut rangrang juga kerap memakan sisa bangkai hewan yang ditinggalkan predatornya.

Perkembangbiakan

Semut rangrang  termasuk jenis hewan yang berkembang biak dengan cara bertelur. Telur semut rangrang nantinya akan menjadi larva, vuva, dan kemudian menjadi imago. Telur semut rangrang diletakkan induknya di sarang yang dijaga ribuan semut rangrang.
Sarang semut rangrang selalu dibuat di tempat  yang aman seperti diatas pohon yang tinggi. Hal tersebut memang berguna untuk menjaga semut rangrang dari serangan predator. Semut rangrang hanya memindahkan sarangnya ke dahan yang lebih rendah ketika musim panas untuk menghindari terik matahari yang dapat merusak jaringan telur rangrang.

Peranan Koloni Semut rangrang

Koloni semut rangrang terdiri dari berapa bagian seperti ratu, semut jantan, semut pekerja dan juga semut prajurit. Berikut pembagiannya.
  1. Ratu semut adalah semut rangrang penghasil telur. Ratu semut memiliki ukuran tubuh yang sangat besar sekitar 10kali lipat dari semut biasa. Telur yang dihasilkan oleh ratu semut dapat mencapai ribuan butir telur. Ratu semut tidak pernah keluar dari sarangnya.
  2. Semut pejantan yaitu semut yang berperan mengawinkan semut ratu.  Semut jantan memiliki umur yang sangat singkat sekali. Semut jantan akan mati setelah mengawini semut ratu.
  3. Semut pekerja adalah semut yang mengasuh semut muda  hasil dari telur ratu semut. Semut pekerja  merupakan semut betina yang tidak dapat dibuahi karena kemandulan.
  4. Semut prajurit atau tentara semut adalah semut rangrang yang menjaga sarang dari gangguan luar. Semut prajurit merupakan jenis semut yang paling banyak dalam satu sarang. Ukuran semut prajurit cukup besar sekitar 8-10mm.